Ini sebabnya siaran sepak bola di acak di parabola
![]() |
| http://ringtinju.com/wp-content/uploads/2016/07/Cara-Mengatasi-Siaran-Live-World-Boxing-Tv-One-Yang-Diacak-Dengan-Menggunakan-Biss-Key-2016.jpg |
Dilansir dari http://www.seruyan.net/penyebab-siaran-bola-diacak-di-parabola/,
Penyebab dan alasan
siaran bola diacak di parabola. Sepak bola adalah cabang olahraga yang paling
digemari di seluruh dunia. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyaksikan
siaran sepak bola tersebut, diantaranya nonton langsung di stadion bagi
kalangan orang yang mempunyai banyak uang, nonton streaming, dan ada juga yang
lewat televisi.
Bagi yang menggunakan tv berlangganan atau tv
berbayar sangat mudah menonton sepak bola, misal beIN Sport 1, Fox Sport 1 dan
masih banyak lagi. Kalau yang nonton bolanya jalur gratisan lain lagi
kebingungannya. Terkadang dan mungkin hampir semua tayangan sepak bola liga top
eropa dan tidak ketinggalan sepak bola dalam negeri Gojek Traveloka Liga 1 di
acak alias layar gelap saat kick off dimulai. Dan ini dialami oleh para
pengguna parabola tv. Lalu mengapa siaran sepak bola diacak? (misalnya Gojek
Traveloka Liga 1 Indonesia di TVONE). Kali ini akan saya coba membahasnya.
Mengapa siaran sepak bola diacak? Berikut hal-hal yang membuat siaran
sepak bola diacak :
- Biaya hak siar, seperti yang kita ketahui biaya hak siar liga-liga top eropa, dan tak ketinggalan Liga dalam negeri tidaklah murah. Pihak televisi yang akan menayangkannya pun harus membeli hak siar untuk ambil bagian dalam menayangkan pertandingan sepak bola. Pihak televisi dalam menayangkan ini bukan hanya bertujuan menghibur para pecinta bola, tapi juga ingin mendapatkan umpan balik yaitu profit. Profit itu bisa didapatkan dari iklan dan sponsor yang ditayangkan selama waktu yang telah ditentukan.
- Pay TV, hampir semua televisi yang membeli hak siar sepak bola eropa memiliki saluran tersendiri untuk Pay TV atau tv berlangganan. Sebagai contoh Kompas TV dengan Pay TV K-Vision. Pihak televisi membeli hak siar dan mereka tidak ingin rugi. Secara otomatis mereka menjual kembali hak siar tersebut kepada orang-orang yang ingin menyaksikan sepak bola meskipun mereka harus bayar.
- Hak siar, sebuah negara membeli hak siar sepak bola hanya untuk negaranya, namun signal dari satelit tv dapat menjangkau beberapa negara sehingga jika ini dibiarkan atau tidak diacak maka masyarakat di negara tetangga dapat menyaksikannya juga melalui satelit tv dan ini bisa menjadi pelanggaran hak siar yang mana pada awalnya sebuah negara membeli hak siar hanya untuk wilayahnya saja. Untuk menghindari pelanggaran inilah kemungkinan stasiun tv mengacak siarannya. Namun hal ini juga berdampak buruk pada masyarakat di negara yang membeli hak siar tersebut, karena statusnya sama tidak bisa menyaksikan karena diacak.
Sebagai contoh kasta tertinggi sepak bola
Indonesia yaitu Gojek Taveloka Liga 1 Indonesia yang sudah bergulir. TV one
adalah satu satunya TV swasta Nasional yang memperoleh hak siar jalur
terestrial. Hak siar lain dimiliki Orange TV untuk jalur satelit. Biasanya TV
One memakai jenis acakan biss untuk melindungi kontennya agar tidak bisa
diakses melalui satelit parabola. Kita ketahui memang jenis acakan biss adalah
yang paling rentan dibobol. Pada pertandingan terakhir pekan 9 yang
mempertemukan Bhayangkara FC vs Persib Bandung, jenis acakan Tv one berubah,
dari biss menjadi XCrypt.
Dengan pergantian jenis acakan tv one dari biss
ke Xcrypt tersebut maka akan kesusahan untuk dibuka. Cara buka acakan tv one
yang memakai jenis acakan xCrypt tidak semudah kalau memakai biss yang biasanya
hanya tinggal memasukan kode-kode yang dapat mudah dicari di media sosial lalu menekan
tombol OK. Dikutip dari laman http://www.satelitindonesia.com/2017/06/jenis-acakan-tv-one-liga-1-indonesia.html
Itulah sobat artikel kali ini, semoga
bermanfaat dan menambah wawasan kita. Jangan lupa ikuti dan share berita
ini agar bisa terus update setiap hari. Terimakasih.
Referensi :
http://www.seruyan.net/penyebab-siaran-bola-diacak-di-parabola/
http://www.satelitindonesia.com/2017/06/jenis-acakan-tv-one-liga-1-indonesia.html



Post a Comment