Gedung Bersejarah Perundingan Linggar Jati yang Menjadi Awal Diakuinya Indonesia
Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus mengormati jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak tempat bersejarah di tanah air yang kita cintai ini yang menjadi saksi akan perjuangan para pahlawan.
Kuningan, Jawa Barat menjadi saksi terjadinya perundingan yang menjadi cikal bakal diakuinya Indonesia oleh negara lain. Perundingan tersebut juga sering dinamakan perundingan Linggar Jati karena bertempat di daerah Linggar Jati, Kuningan, Jawa Barat.
Inilah sejarah berdirinya gedung yang menjadi saksi terjadinya perundingan linggar jati, Tentunya perundingan ini juga sebagian dari upaya Republik Indonesia demi kemerdekaan Republik Indonesia.
Seperti dilansir dari laman indotravelers.com (08/10/2011), Gedung perundingan Linggarjati semula merupakan sebuah bangunan gubuk milik Ibu Jasitem pada tahun 1918, yang kemudian berkembang dan berganti kepemilikan sampai digunakan sebagai gedung perundingan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Lokasinya yang terletak di kaki gunung dengan udara yang segar menjadikan rumah ini cocok untuk lokasi peristirahatan dan hotel.
Berikut adalah sejarah gedung perundingan Linggarjati :
Tahun 1918 di tempat ini berdiri sebuah gubuk sederhana milik Ibu Jasitem
Tahun 1921 oleh seorang bangsa Belanda bernama Tersana dirombak menjadi bangunan semi permanen.
Tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Johannes Van Os.
Tahun 1921 oleh seorang bangsa Belanda bernama Tersana dirombak menjadi bangunan semi permanen.
Tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Johannes Van Os.
Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel dengan nama RUSTOORD.
Tahun 1942 Jepang menjajah indonesia, dan hotel ini berganti nama menjadi Hotel Hokay Ryokan.
Tahun 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel ini diberi nama Hotel Merdeka.
Tahun 1946 di gedung ini terjadi peristiwa bersejarah yaitu berlangsungnya perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda yang menghasilkan naskah linggarjati, sehingga gedung ini sering disebut sebagai gedung perundingan Linggarjati. Dari perundingan linggarjati, berturut-turut negara asing kini mengakui kekuasaan RI seperti : Inggris 31 Maret 1947, Amerika Serikat 17 April 1947 , Mesir 11 Juni 1947, Lebanon 29 Juni 1947, Suriah 2 Juli 1947, Afganistan 23 September 1947, Burma 23 November 1947, Saudi Arabia, 24 November 1947, Yaman 03 Mei 1948, Rusia 26 Mei 1948
Tahun 1942 Jepang menjajah indonesia, dan hotel ini berganti nama menjadi Hotel Hokay Ryokan.
Tahun 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel ini diberi nama Hotel Merdeka.
Tahun 1946 di gedung ini terjadi peristiwa bersejarah yaitu berlangsungnya perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda yang menghasilkan naskah linggarjati, sehingga gedung ini sering disebut sebagai gedung perundingan Linggarjati. Dari perundingan linggarjati, berturut-turut negara asing kini mengakui kekuasaan RI seperti : Inggris 31 Maret 1947, Amerika Serikat 17 April 1947 , Mesir 11 Juni 1947, Lebanon 29 Juni 1947, Suriah 2 Juli 1947, Afganistan 23 September 1947, Burma 23 November 1947, Saudi Arabia, 24 November 1947, Yaman 03 Mei 1948, Rusia 26 Mei 1948
Tahun 1948 sampai 1950 semenjak agresi militer Belanda ke II, gedung ini dijadikan sebagai markas tentara belanda.
Tahun 1950 sampai 1975 gedung ini ditempati oleh sekolah dasar negeri linggarjati.
Tahun 1975 Bung Hatta dan Ibu Sjahrir berkunjung dengan membawa pesan bahwa gedung ini akan dipugar oleh Pertamina, tapi usaha ini hanya sampai pembuatan bangunan sekolah untuk sekolah dasar negeri Linggarjati.
Tahun 1976 gedung ini oleh pemerintah diserahkan kepada Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan untuk dijadikan museum memorial.
Dan sekarang gedung atau museum Linggar Jati menjadi objek wisata bersejarah
Tahun 1950 sampai 1975 gedung ini ditempati oleh sekolah dasar negeri linggarjati.
Tahun 1975 Bung Hatta dan Ibu Sjahrir berkunjung dengan membawa pesan bahwa gedung ini akan dipugar oleh Pertamina, tapi usaha ini hanya sampai pembuatan bangunan sekolah untuk sekolah dasar negeri Linggarjati.
Tahun 1976 gedung ini oleh pemerintah diserahkan kepada Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan untuk dijadikan museum memorial.
Dan sekarang gedung atau museum Linggar Jati menjadi objek wisata bersejarah
Museum ini sampai sekarang tetap kokoh dengan keadaan bangunan yang sangat terawat. Banyak pula orang yang datang untuk melihat tempat bersejarah tersebut. Bahkan tak sedikit pula turis asing datang ke gedung Linggarjati. Karena sangat tertarik dengan sejarah jaman dahulu yang dimana para pahlawan Indonesia mengadakan perundingan di linggarjati demi kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Demikianlah sobat perjalanan panjang sebuah gedung yang sangat bersejarah bagi berdirinya Bangsa Indonesia yang merdeka saat ini. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan prestasi dan tak lupa mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang. MERDEKA!!







Post a Comment