Header Ads

test

Konflik Israel dan Palestina, Demi Merebut Kota Suci Yerusalem


Mendengar kata negara Israel pasti yang akan ada dipikiran kamu adalah Konflik dengan Negara Palestina. Memang benar konflik antara dua negara ini sudah berlangsung cukup lama. Tak ayal dampak dari konflik sudah memakan ratusan korban jiwa. Bahkan orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban atas konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama 60 tahun lebih di tilik dari awal mula penyebab konflik, intinya adalah perebutan wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Entah sampai kapan konflik ini berakhir. Simak latar belakang penyebab konflik tersebut.

Dilansir dari laman simomot.com (14/07/2014), Sejarah dan latar belakang konflik Israel-Palestina bisa ditarik mundur sejak tahun 2000 SM. Namun dalam sejarah kontemporer, konflik Palestina-Israel dimulai pada tahun 1967 ketika Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).
Dilansir dari laman tergila.com (23/03/2013), Israel adalah negara yg didirikan untuk kaum Yahudi. Kaum Yahudi adalah kaum yang tidak memiliki tanah air dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Karena kasus Holocoust yg dialami kaum yahudi oleh Nazi Jerman, diputuskan memberikan tempat bagi kaum yahudi untuk bertempat tinggal.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 1948, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri tercapai. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi mereka lebih memilih Palestina. Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.


Mengapa Palestina? Sebenarnya konflik ini sangat berkaitan dengan unsur Agama. Para Yahudi sangat ingin mengambil atau menempati Bukit Zion dan sekitarnya (daerah Palestina, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerussalem Timur) yang dikeramatkan dan dipercaya oleh mereka bahwa tempat itu tempat suci tuhan mereka.

Dengan datangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak. Berdasarkan perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina.
Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina.

Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya, terbentuklah HAMAS sebagai bentuk organisasi dari rakyat Palestina yang ingin melepaskan wilayahnya dari kependudukan Israel dengan garis keras (mata dibalas mata). Jadi, intinya Israel menyerang palestina untuk memperluas wilayahnya dan mendapatkan wilayah-wilayah yang diinginkannya, termasuk Jalur Gaza. Dengan alasan rohani (mengambil kembali daerah-daerah suci mereka), mereka menghalalkan segala cara biarpun harus membunuh orang-orang tidak bersalah.
Padahal, Yerussalem pun adalah kota suci bagi 3 agama, yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Oleh para elite yahudi israel, kota suci ini dijadikan bagian dari negaranya. Padahal menurut PBB kota ini adalah Kota International karena memiliki kepentingan terhadap beberapa agama. Saat ini, bila kita ingin mengunjungi Yerusalem, sangat sulit karena dijaga ketat oleh Israel yang merasa memilikinya.

Referensi :
https://tergila.com/asal-mula-perang-israel-dengan-palestina/
https://simomot.com/2014/07/14/sejarah-dan-latar-belakang-konflik-israel-palestina-dari-2000sm-sampai-sekarang/

No comments

Seputar Internet

11 Situs PPC Yang Terbukti Membayar Mahal 2017

PPC atau Pay Per Click adalah sebuah cara beriklan di internet dimana advertiser (pengiklan) akan membayar publiser (penerbit) untuk se...