Header Ads

test

Sejarah Presiden Soekarno Sampai Menyuarakan "Ganyang Malaysia"

Berbicara mengenai konflik Indonesia Malaysia, hal itu sudah lama terjadi bahkan ketika Malaysia baru berdiri. Seperti yang kita tahu kemerdekaan Malaysia adalah ‘pemberian’ Inggris sebagai penjajahnya. Secara nama, Malaysia yang berasal dari kata Malaya itu tentu saja logikanya jika akan dibuat Negara tentu ya wilayah jajahan Inggris di Semenanjung Malaya. Pertamanya memang seperti itu dan Indonesia tidak mempermasalahkan bedirinya Malaysia itu. Negara Malaysia atau yang lebih tepatnya Federasi Malaysia adalah negara federasi gabungan dari beberapa kerajaan local di wilayah Semenanjung Malaysia. Kalimantan Utara yang terdiri dari tiga wilayah yaitu Sabah, Sarawak dan Brunei tidak termasuk ke dalam wilayah Malaysia namun masih tetap berupa koloni Inggris.

Namun ternyata Inggris mempunyai rencana lain tentang Negara Malaysia. Inggris hendak menggabungkan Kalimantan sebelah Utara bersama wilayah Semenanjung Malaya dalam satu Negara bernama Malaysia. Terang saja Soekarno selaku Presiden Indonesia saat itu sangat marah dan tidak terima. Bukan masalah Kalimantan Utara yang tidak masuk wilayah Indonesia itu tapi keberadaan Negara itu justru akan mengancam kedaulatan Indonesia karena hanya merupakan boneka Inggris. Jika wilayah Kalimantan Utara itu diisi Negara bentukan Inggris tentu peluang Inggris menguasai Indonesia, terutama Kalimantan, sangat besar. Tinggal lintas darat sudah sampai Kalimantan. Disamping itu semangat yang sedang berkembang di dunia adalah anti neo imperialism dan neo kolonialisme sedangkan penggabungan wilayah Inggris itu bisa dikatakan neokolonialisme.


Dilansir dari laman news.okezone.com (27/07/2015), Konfrontasi sudah di depan mata. Upaya mediasi Filipina sebagai pihak ketiga untuk mendamaikan Indonesia dan Malaysia nampak tak berujung positif. Seruan mengganyang negeri jiran pun meletup dari lidah sang pemimpin besar revolusi Presiden Soekarno. 27 Juli 1963 atau 54 tahun silam, Soekarno melayangkan salah satu pidatonya yang paling kesohor. Pidatonya ini tak lepas dari rasa geram sang proklamator terhadap kelakuan para demonstran Malaysia yang menggeruduk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sebelumnya. Demonstran negeri tetangga yang antiIndonesia, menggeruduk KBRI, merobek foto Soekarno, serta menuntut Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman untuk menginjak-injak lambang negara Indonesia – Garuda. Demonstrasi itu merupakan dampak dari pernyataan Indonesia yang memilih sisi sebagai musuh terhadap Malaysia. Negara tetangga itu disebut Soekarno sebagai negara boneka bentukan Inggris, yang berniat mencaplok wilayah Kalimantan sebelah utara. Seruan Soekarno itu berkelanjutan dengan dibentuknya Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada 3 Mei 1964 yang berisikan untuk memperhebat revolusi Indonesia, serta membantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia. Tidak hanya menggerakkan pasukan reguler, Soekarno juga memerintahkan TNI untuk melatih sejumlah relawan macam Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) dan Pasukan Gerakan Rakyat Sarawak (PGRS).


Berikut isi pidato Presiden Soekarno nan menggelegar yang ditujukan pada Malaysia:

“Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu djuga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat, jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku bakal berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang enggan diinjak-injak harga dirinya
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi dan tulang yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat
Yoo...ayoo... kita... Ganyang...
Ganyang... Malaysia
Ganyang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita baja
Peluru kita banyak
Nyawa kita banyak
Bila perlu satu-satu!”

Simak pula cuplikan rekaman asli Presiden Soekarno marah kepada Malaysia yang di lansir dari laman youtube.com/SPOT UPDATE (11/02/2014) :

Itulah sobat sejarah singkat Presiden Soekarno sampai menyuarakan "Ganyang Malaysia". Semoga bisa menambah wawasan kita. Terimakasih.

No comments

Seputar Internet

11 Situs PPC Yang Terbukti Membayar Mahal 2017

PPC atau Pay Per Click adalah sebuah cara beriklan di internet dimana advertiser (pengiklan) akan membayar publiser (penerbit) untuk se...