Persija Jakarta Protes Ke PSSI, Karena Kalah Dari Barito
Sebelumnya Rekor tak terkalahkan Persija Jakarta dalam 12 pertandingan beruntun di Liga 1 2017 akhirnya terhenti. Itu setelah, mereka takluk dari Barito Putera dengan skor tipis 1-0, di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (6/8) malam. Dalam laga tersebut, Persija mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Tapi serangan yang mereka bangun masih bisa diantisipasi lini pertahanan Barito.
Peluang emas pertama didapatkan Bambang Pamungkas. Sayang, tendangannya di depan gawang Barito Putera masih melambung di atas gawang. Serangan silih berganti yang dilakukan kedua tim, masih belum bisa berbuah gol hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Persija kembali langsung menggebrak di awal babak kedua. Namun serangan yang mereka bangun masih mengalami kebuntuan. Sementara itu, Barito yang juga memberikan tekanan akhirnya mampu mencetak gol lebih dulu. Itu setelah, Muhammad Rifqi berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan bola muntah di depan gawang Persija. Skor 1-0, untuk keunggulan tim tuan rumah. Tekanan demi tekanan terus dilakukan tim ibu kota ke lini pertahanan Laskar Antasari. Namun solidnya pertahanan yang dibangun para pemain Barito membuat para penggawa Persija kesulitan. Hingga pertandingan berakhir, Persija tetap gagal mencetak gol. Skor 1-0, menutup laga ini untuk keunggulan Barito Putera. Setelah pertandingan usai, Persija Jakarta melayangkan surat protes atas kepemimpinan wasit yang menguntungkan pihak Barito.

Dilansir dari suara.com (07/08/2017), Asisten manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengaku bakal melayangkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 dan PSSI terkait kekalahan timnya dari Barito Putera dengan skor 0-1, Minggu (6/8/2017). Pihak Persija tidak menerima kekalahan tersebut lantaran wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Faulur Rosy, dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
Ardhi mengatakan gol kemenangan Barito Putera berbau offside. Tak terima dengan keputusan itu, Macan Kemayoran secepatnya bakal layangkan surat protes. "Dalam hal ini kami bisa lihat kemarin bahwa kami bermain tak jelek, cuma kalah karena non teknis. Jelas sekali kalau gol mereka dalam posisi offside, saya tidak tahu kenapa wasit diam juga hakim garis," kata Ardhi di Jakarta, Senin (7/8/2017).
Dengan adanya surat protes itu, Ardhi ingin adanya evaluasi terkait kinerja wasit tersebut. Pria yang menjabat sebagai kolonel TNI itu mengaku sudah mengirimkan surat itu pada Minggu (6/8/2017) malam. "Kami sudah membuat surat protes ke Komisi Disiplin PSSI dan sudah dikirim kemarin malam. Saya harapkan ada evaluasi," jelasnya.
Bagaimana tanggapan kalian sobat, tentang berita kepemimpinan wasit di Liga 1 Gojek Traveloka Indonesia?
Post a Comment