Header Ads

test

Mengenang sosok Pahlawan Nasional yang Membuat Belanda Kewalahan Melawannya


Republik Indonesia akhirnya meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, setelah sebelumnya dijajah kurang lebih selama 350 tahun lamanya. Kemerdekaan yang kita raih ini pastinya tidak luput dari peran para Pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sudah tidak bisa dihitung berapa juta para pahlwan yang sudah berjuang demi kemerdekaan. Dari Sabang sampai Merauke pastinya ada para pahlawan dari setiap daerahnya masing-masing. Jadi sudah menjadi kewajiban kita untuk menghormati jasa para pahlawan demi meraih kemerdekaan yang sekarang sudah kita raih. Salah satunya Pangeran Diponegoro yang sudah tidak diragukan lagi kehebatannya ketika melawan Belanda.

Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo. Lahir di Yogyakarta, 11 November 1785. Ia juga bergelar “Sultan Abdul Hamid Herucokro Amirulmukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawi”. Pangeran Diponegoro adalah anak dari Pangeran Adipati Anom (Hamengku Buwono III) dari garwa ampeyan (selir). 

Perlawanan Pangeran Diponegoro dimulai ketika dia dengan berani mencabut tiang-tiang pancang pembangunan jalan oleh Belanda yang melewati rumah, masjid, dan makam leluhur Pangeran Diponegoro. Pembangunan jalan ini dilakukan atas inisiatif Patih Danurejo IV yang menjadi antek Belanda. Belanda yang dibantu Patih Danurejo IV kemudian menyerang kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Sejak saat itu, berkobarlah perang besar yang disebut Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830).

Belanda sulit mengalahkan Pangeran Diponegoro yang menggunakan taktik gerilya. Dengan dibantu oleh Kyai Mojo (Surakarta), Sentot Alibasya Prawirodirjo, Pangeran Suryo Mataram, Pangeran Pak-pak (Serang), Pangeran Diponegoro berhasil memberikan perlawanan yang hebat kepada Belanda. Belanda telah menggunakan berbagai cara untuk menangkap Pangeran Diponegoro namun gagal. Sampai pada akhirnya digunakanlah siasat licik dengan berpura-pura mengajak berunding dan berjanji akan menjaga keselamatannya. Namun, ternyata Belanda ingkar janji dan menangkap Pangeran Diponegoro pada tanggal 28 Maret 1830 saat terjadi perundingan di Magelang.


Tanpa malu Jenderal Hendrik de Kock menangkap Pangeran Diponegoro agar perang besar di Pulau Jawa tersebut dapat segera diakhiri. Perang Diponegoro telah menimbulkan kerugian yang amat besar bagi Belanda. Pangeran Diponegoro kemudian dibuang ke Manado dan ditempatkan di Benteng Amsterdam. Namun, empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Benteng Rotterdam di Makassar hingga akhirnya beliau wafat pada 08 Januari 1855 dan dimakamkan di Kampung Melayu, Makassar. Untuk menghormati jasa-jasa Pangeran Diponegoro, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 087/TK/1973, Pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepadanya.

Itulah sobat sejarah singkat Pahlawan Nasional yaitu Pangeran Diponegoro yang sampai akhir hayatnya tetap berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga artikel ini bisa mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan yang sudah gugur di peperangan dalam melawan penjajahan. Terima kasih.

No comments

Seputar Internet

11 Situs PPC Yang Terbukti Membayar Mahal 2017

PPC atau Pay Per Click adalah sebuah cara beriklan di internet dimana advertiser (pengiklan) akan membayar publiser (penerbit) untuk se...